WHO ARE YOU?


OLEH: ATIYYAH RAHMA
Aku mengendarai mobilku sangat ngebut ditemani dengan derasnya hujan malam ini. Aku berada di jalanan yang sepi nan kecil. Aku harus cepat sampai kerumah, aku rindu ibuku, sudah sangat lama aku tidak pulang kerumah karena tempat kerjaku yang sangat jauh.
Saat aku membelokkan mobilku kearah kiri ada cahaya terang yang lewat didepan mataku, karena kaget akupun jadi tak terarah mengendarai mobil ini apalagi jalanan ini licin sekali ditambah tikungan jalan yang tajam, akibat tabrakan tersebut bemper depan mobil ini hancur,  tetesan-tetesan darah menetes dari kepalaku yang kulihat saat ini hanyalah sebuah cahaya putih, sepertinya hidupku sudah berakhir, padahal aku belum mengucapkan salam perpisahan untuk keluargaku.
“Hei... tenanglah aku akan menolongmu,” suara perempuan samat-samar itu terdengar dan aku setengah tidak sadar. Apakah aku masih hidup? atau apakah itu malaikat yang menjemputku? ataukah aku akan berada di surga nantinya?
******
Perlahan-lahan aku membuka mataku, aku melihat langit-langit seperti rumah yang sudah lama, bersih namun gaya jaman kolonial, dan disampingnya aku melihat gadis bertubuh mungil dan berbaju dress pendek warna putih, berambut kecoklatan panjang dan bermata hazel. Akupun kaget melihat gadis itu dan langsung beranjak dari tempat tidurku.
“Pagi....,” sapanya dengan lembut sambil tersenyum.
Akupun masih terdiam ketakukan, siapa gadis ini? dari auranya ia bukan seperti manusia, sangat cantik parasnya, apakah dia bidadari? Jika dia bidadari apakah aku sedang berada di surga? atau ia ini adalah hantu yang menculikku? Atau jangan-jangan dia malaikat pencabut nyawa? Makhluk apa ini sebenarnya?
“Hai.. Josh... aku Marry,” sapanya yang memanggil namaku
Josh? dari mana ia tahu namaku, makhluk apa ini? “K... kamu ini siapa sih? Kamu hantu? Atau kamu malaikat maut, kamu disini mau ngambil jiwaku kan?” kataku yang ketakukan,
Namun ia membalas hanya dengan senyumannya.
“Apa-apaan kamu, jangan tersenyum seperti itu, bikin aku tambah takut tau,” ucapku ketus
“Nanti kamu akan sadar sendiri,  ayo lebih baik kita bermain,” ucapnya lalu ia menarik tanganku.
Aku pun menepiskan, “Tidak, tidak, tidak. Jawab pertanyaanku dulu, apakah aku akan langsung mempercayai seeorang ehm maksudku makhluk sepertimu?”
Ia hanya tertawa kecil, “Aku bukanlah orang jahat tenanglah, ayolah.”
“Kau akan membawaku kemana?”
“Ikuti saja aku, nanti kamu akan suka kok,” ujarnya kemudian menarik tanganku lagi.
Entah pesona apa yang ia pancarkan sehingga aku menurut untuk mengikutinya, semakin kuperhatikan semakin cantik gadis ini, entah kenapa aku tak ingin berpaling pandangan dari dirinya. Tunggu dulu, apa yang terjadi kepadaku? Aku tak tahu makhluk apa dia kenapa aku malah terpesona?
Ia mengajakku ke taman belakang rumahnya yang tua itu, sedikit aneh taman itu sangat luas seperti hutan sangat kontras dengan rumahnnya yang kecil, disana juga ada air terjun seperti tempat para pemandian bidadari, bunga-bunga mawar  dan bunga lavender disekitarnya serta rerumputan hijau yang segar, hummm.. aku rasanya seperti di surga.  “Josh, bagaimana? Indah bukan? Ini adalah tempat yang kubuat sendiri,” ujarnya yang  memuji.
“Kau buat sendiri? Bagaimana? Emm maksudku ini tampak terasa alami, air terjuannya, taman-taman bunganya sangat luas seperti hutan dan ini kau sendiri yang buat?” tanyaku yang kebingungan.
Ia hanya menyengir, “Itulah kehebatanku dari manusia biasa.”
“Hah? Sudah kutebak kau bukan manusia kan? Katakan padaku kau ini makhluk apa?”
“Hhahahaha sudah lupakanlah, ayo kita ke sungai dekat air terjun itu dan bermain-main disana,” ujarnya sambil menarik tanganku dan lagi-lagi aku hanya menurutinya, astaga... walau aku tak tahu dia siapa sebenarnya entah kenapa aku merasa senang apabila aku bersamanya, dia sangat cantik.
“Oh ya Josh. Aku lupa memberitahumu sesuatu, kau tahu? Kau tampan,” katanya yang memuji diriku lalu berlari kearah sungai tersebut. Akupun menjadi salah tingkah saat mendengarnya.
Ia pun duduk dibatu besar tengah sungai itu dan bermain-main air disana, “Ayo Josh kesini kita main sama-sama,” ajak Marry.
“Sebentar ya,” balasku. Uniknya aku melihat sebucket mawar biru tua yang tertanam disana, mawar tersebut sangat cantik, seumur hidupku aku baru melihat mwar seperti itu, aku pun memetiknya satu lalu menghirupnya, aku berniat memberikan mawar ini kepada Marry.
Namun tiba-tiba ia terpeleset disana ia terbawa arus yang sangat kencang, akupun tak menegerti kenapa tiba-tiba arus disungai itu kencang, “Tolong!!!..Josh Tolong,” ucapnya meminta tolong.
Dengan rasa panik yang berlebihan aku pun berlari dan terjun ke sungai itu, saat aku terjun Marry menghilang, kemana dia? Astaga dia membuatku khawatir saja, “Marry! Marry!,” teriakku padanya sambil berenang mencarinya namun, tiba-tiba arus kencang sungai itu menyeret badanku...
Akupun membuka mataku kembali, semua terlihat putih disini, sepertinya aku sedang berada di kamar rumah sakit. “Josh! Astaga nak kau sudah sadar sekarang, kau tau ibu sangat khawatir denganmu,” ucap ibuku yang terlihat seperti khawatir. Aku hanya tersenyum mendengarnya.
“Josh, bisakah kau berhati-hati lain kali, aku tahu kau sangat merindukanku tapi jangan sampai terburu-buru seperti itu dan akhirnya membahayakan nyawamu,” ujarnya yang setengah mengomel. “Ooh... Astaga! Aku harus memanggil dokter dahulu, kau tunggu disini sebentar ya nak,” aku membalas hanya dengan anggukan.
Ternyata aku masih selamat, masih  dari kecelakaan kemarin, jadi gadis cantik yang mengajakku bermain itu ternyata hanya mimpiku? Mengapa mimpi itu terasa nyata bagiku? Aku pun menoleh ke arah meja di rumah sakit itu dan melihat setangkai bunga mawar biru tua tersebut. Bunga mawar itu persis seperti mawar yang kupetik di sungai waktu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH YUYUN DAN 14 PRIA PEMERKOSANYA

Dampak Buruk Menonton Film Horror

KEUNIKAN DARI MUSIK KERONCONG